(0280) 6260 111 info@puskesmaswanareja1.com

Diet mengurangi karbohidrat sedang ngetren belakangan ini. Banyak yang menggantinya dengan asupan tinggi lemak dan protein. Tapi awas, dokter jantung mengingatkan risikonya bagi jantung.

Dokter jantung dari RS Awal Bross, dr Yudistira Panji Sentosa, SpPD-KKV, menyebut diet tinggi lemak bisa memicu penumpukan kolesterol. Bila berlanjut, dampaknya bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

“Kita tidak tahu lemak yang kita konsumsi lemak jahat atau lemak baik, semua akan terkumpul di dalam tubuh kita. Kalau semakin meningkat di dalam darah lama-lama akan terjadi penimbunan,” kata dr Yudis, ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Baca juga: Bosan Olive Oil? Sambal Bisa Jadi Fat Bomb Alternatif untuk Diet Keto

“Yang paling sering itu di pembulu darah. Jika terjadi di otak, akan stroke, jika di mata akan terjadi kebutaan, jika di jantung akan terjadi serangan jantung,” lanjutnya.

Menurut dr Yudis, lemak di dalam tubuh akan diubah menjadi asam keto. Bagi mereka yang punya riwayat diabetes dan serangan jantung, asam keto bisa berbahaya.